Teknologi AI dan Agentic AI: Masa Depan Produktivitas Global 2025” Bain
| Teknologi AI dan Agentic AI: Masa Depan Produktivitas Global 2025” Bain |
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu pendorong utama perubahan ekonomi global. Namun, memasuki tahun 2025, dunia mulai menatap fase baru: Agentic AI — sistem AI yang dapat bertindak secara mandiri, memahami konteks, dan mengambil keputusan dengan sedikit intervensi manusia.
Menurut laporan terbaru Bain & Company, Agentic AI diperkirakan akan menjadi katalis utama peningkatan produktivitas global, terutama di sektor bisnis, manufaktur, dan layanan publik.
Berbeda dengan AI tradisional yang membutuhkan instruksi manual, Agentic AI memiliki kemampuan untuk mengatur, memprioritaskan, dan mengeksekusi tugas secara otonom.
Misalnya, dalam dunia korporasi, AI ini dapat mengelola jadwal proyek, menganalisis risiko pasar, bahkan mengatur alur kerja tim tanpa campur tangan langsung dari manajer.
Lompatan ini membuat banyak perusahaan mulai mengintegrasikan Agentic AI ke dalam sistem operasional mereka, guna memangkas waktu kerja dan biaya produksi.
Bain mencatat bahwa penerapan Agentic AI dapat meningkatkan produktivitas global hingga $7 triliun dalam dekade mendatang.
Efisiensi tersebut muncul dari otomatisasi tingkat lanjut, analisis prediktif, dan pengambilan keputusan berbasis data real-time.
Selain sektor bisnis, pemerintahan juga mulai mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat proses birokrasi, dan memperkuat sistem pengawasan kebijakan.
Meski menjanjikan, perkembangan Agentic AI tidak lepas dari tantangan.
Isu keamanan data, tanggung jawab hukum, dan bias algoritmik menjadi fokus utama. Bain menekankan bahwa perusahaan harus mengembangkan AI yang transparan, etis, dan bertanggung jawab agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Agentic AI bukan lagi konsep masa depan — ia adalah evolusi nyata dari kecerdasan buatan yang sedang membentuk cara manusia bekerja.
Dengan penerapan yang tepat, teknologi ini dapat menjadi penggerak utama produktivitas, inovasi, dan kesejahteraan ekonomi global menuju era 2030.