Tren ‘Wabi-Sabi’ 2025: Kenapa Banyak Anak Muda Kini Pilih Autentik & Imperfeksi
| Tren ‘Wabi-Sabi’ 2025: Kenapa Banyak Anak Muda Kini Pilih Autentik & Imperfeksi |
Di tengah dunia yang serba cepat, penuh filter digital, kompetisi, dan tuntutan “sempurna”, muncul satu tren yang justru bergerak ke arah sebaliknya. Tahun 2025 menjadi momen di mana generasi muda—khususnya Gen Z dan milenial—mulai jatuh hati pada konsep sederhana dan menenangkan dari filosofi Jepang: Wabi-Sabi.
Bukan sekadar estetika, Wabi-Sabi kini menjadi gaya hidup, pilihan desain, bahkan cara anak muda memandang diri mereka sendiri.
Mengapa tren ini begitu kuat di 2025?
Apa Itu Wabi-Sabi?
Wabi-Sabi adalah filosofi Jepang kuno yang merayakan keindahan dalam ketidaksempurnaan, kesederhanaan, dan keaslian.
Tiga nilai utamanya:
-
Tidak ada yang benar-benar sempurna
-
Segala sesuatu berubah seiring waktu
-
Sederhana itu menenangkan
Dalam dunia modern—yang sering memaksa orang tampil “ideal”—Wabi-Sabi menjadi ruang bernafas.
1. Generasi Z Butuh Autentik, Bukan Ilusi
Media sosial selama bertahun-tahun membentuk standar yang tinggi: wajah mulus, kamar aesthetic, hidup sempurna.
Namun, tahun 2025 memperlihatkan pergeseran besar:
Gen Z mulai merasa lelah dengan standar palsu. Mereka lebih memilih:
-
konten jujur tanpa filter berlebihan
-
rumah yang apa adanya
-
persona online yang natural, bukan dibuat-buat
Wabi-Sabi menawarkan rasa “lega”: tidak perlu tampil sempurna, cukup tampil tulus.
2. Kejenuhan Digital Mendorong Tren Minimalisme Emosional
Bukan hanya minimalisme barang, tapi juga minimalisme mental.
Banyak anak muda kini mulai:
-
mengurangi distraksi
-
merapikan rutinitas
-
memilih hubungan yang sederhana namun tulus
Wabi-Sabi mengajarkan bahwa hidup yang “tidak terlalu penuh” justru lebih damai.
3. Desain Rumah Wabi-Sabi Makin Populer
Pinterest, TikTok, hingga katalog brand furniture global menampilkan aesthetic Wabi-Sabi yang menenangkan:
Ciri khas desainnya:
-
warna netral: krem, pasir, tanah
-
material alami: kayu, linen, batu
-
tekstur kasar dan tidak sempurna
-
pencahayaan hangat lembut
-
dekorasi sedikit, tapi berarti
Interior ini terasa seperti “pelukan” — nyaman, tenang, dan personal.
4. Tren Gaya Hidup Slow Living
Anak muda, yang terbiasa diburu target dan deadline, mulai mengadopsi kebiasaan:
-
minum teh sambil menikmati waktu
-
membaca sebelum tidur
-
journaling
-
meditasi dan mindful breathing
Wabi-Sabi cocok dengan gerakan ini karena sama-sama mengajarkan slowness dan apresiasi terhadap momen kecil.
5. Self-Healing & Penerimaan Diri Jadi Fokus Utama 2025
Filosofi Wabi-Sabi selaras dengan kebutuhan emosional anak muda yang ingin sembuh dari tekanan:
-
tidak harus selalu produktif
-
tidak selalu bahagia
-
tidak selalu berhasil
Wabi-Sabi mengajak untuk menerima fase hidup apa adanya, melihat nilai di balik “cacat” dan proses yang belum selesai.
6. Fashion & Beauty Ikut Terpengaruh
Dunia fashion 2025 mencatat kenaikan tren:
-
pakaian oversized
-
tekstur kasar yang natural
-
earth tone
-
makeup tipis “bare face look”
-
rambut bertekstur natural tanpa styling berlebihan
Tren ini bukan sekadar gaya, tapi manifesto: cantik tidak harus seragam.